Ada banyak cara untuk menikmati pesona Kepulauan Nusantara, namun tidak ada yang semewah dan seklasik menjelajahi lautan dengan menggunakan kapal Pinisi. Berpusat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, konsep wisata bahari "liveaboard" (tinggal di atas kapal) dengan kapal tradisional khas suku Bugis-Makassar ini telah menjadi tren primadona bagi para wisatawan domestik maupun internasional. Berlayar mengelilingi Taman Nasional Komodo selama beberapa hari di atas kapal Pinisi tidak hanya menawarkan petualangan mengunjungi habitat asli komodo, tetapi juga memberikan pengalaman kemewahan (luxury) yang menyatu dengan alam secara paripurna.

Kapal Pinisi modern yang digunakan untuk pariwisata saat ini merupakan mahakarya perpaduan antara kearifan lokal pembuatan kapal kayu warisan nenek moyang dan fasilitas hotel bintang lima. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan kabin ber-AC yang nyaman, kamar mandi dalam dengan air panas, dek berjemur yang luas, hingga ruang makan yang elegan. Meskipun berfasilitas modern, bentuk luar kapal dengan tiang-tiang layar kayunya yang menjulang tinggi tetap dipertahankan, memberikan kesan eksotis dan romantis. Menghabiskan waktu bersantai di dek kapal sambil memegang secangkir kopi, dengan hembusan angin laut dan pemandangan pulau-pulau savana yang menguning, adalah definisi relaksasi yang sesungguhnya.

Aktivitas selama pelayaran (liveaboard) sangat padat namun tertata dengan baik. Pagi hari Anda mungkin akan diajak melakukan trekking ke puncak Pulau Padar untuk menyaksikan pemandangan ikonik tiga teluk dengan warna pasir yang berbeda. Siang harinya, kapal akan berlabuh di titik-titik penyelaman (snorkeling/diving) kelas dunia seperti Manta Point, di mana Anda bisa berenang beriringan dengan pari manta raksasa yang ramah. Tidak ketinggalan, kunjungan ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca untuk melihat secara langsung kadal raksasa purba Varanus komodoensis di habitat aslinya, ditemani oleh jagawana (ranger) lokal yang berpengalaman.

Salah satu momen paling ditunggu-tunggu saat berlayar di perairan Komodo adalah saat matahari terbenam. Kapal Pinisi biasanya akan membuang sauh di sekitar Pulau Kalong saat senja tiba. Dari atas geladak, Anda akan disuguhi tontonan alam yang spektakuler: langit berwarna jingga keunguan menjadi latar belakang bagi ribuan kelelawar raksasa (kalong) yang terbang keluar dari hutan bakau menuju pulau utama untuk mencari makan. Menyaksikan siluet kalong yang beterbangan di langit senja dari atas kapal phinisi adalah sebuah pengalaman surealis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Memilih paket liveaboard Pinisi membutuhkan pertimbangan biaya, karena harganya relatif premium. Namun, pelayanan all-inclusive mulai dari makan tiga kali sehari dengan menu yang disiapkan oleh koki khusus, peralatan snorkeling, hingga layanan antar-jemput pulau membuat harganya sepadan. Jika Anda merencanakan liburan bulan madu, perayaan hari jadi, atau sekadar ingin memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah bekerja keras, berlayar dengan Pinisi di Taman Nasional Komodo adalah pilihan yang sangat tepat. Ini adalah perjalanan yang akan mengubah cara Anda melihat lautan, mengajarkan apresiasi terhadap alam bebas, dan meninggalkan jejak kenangan seumur hidup.